Membeli rumah adalah salah satu keputusan finansial terbesar dalam hidup. Sayangnya, banyak calon pembeli yang terlalu terburu-buru atau kurang melakukan riset mendalam.

Berikut adalah daftar “dosa besar” yang sebaiknya Anda hindari saat mencari rumah :
=> Terlalu Fokus pada Tampilan, Lupa pada Kualiatas Bangunan
Banyak orang yang langsung jatuh cinta karena tampilan rumahnya yang terlihat aesthetic di foto instagram atau interiornya sudah di dekorasi dengan cantik. Padahal cat tembok yang baru bisa saja menutupi retakan atau bekas rembesan air (bocor).
- Saran
Perhatikan hal-hal mendasar seperti instalasi listrik, kondisi atap, kualitas air, dan apakah ada tanda-tanda rayap. Jangan sampai Anda keluar uang lagi untuk renovasi bear sesaat setelah pindah.
=> Tidak Mengecek Kondisi Lingkungan di Jam Berbeda
Banyak orang hanya datang di hari Sabtu siang saat suasana tenang. Padahal bisa saja saat hari kerja jalanan di depan rumah macet total atau saat malam hari lungkungan tersebut menjadi sangat bising.
- Saran
Datanglah minimal tiga kali. Pagi hari saat jam berangkat kantor, siang hari untuk melihat suhu udara, dan malam hari untuk memantau keamanan serta kebisingan.
=> Mengabaikan Faktor “Banjir” dan Akses Jalan
Di beberapa daerah pengembang mungkin menjanjikan “bebas banjir”, namun jangan langsung percaya.
- Saran
Tanyakan kepada warga sekitar yang sudah tinggal lama disana atau tukang ojek dipangkalan dekat lokasi (jika ada). Tanya mereka “kalau hujan deras seharian, airnya masuk ke jalan atau rumah tidak?” Selain itu, pastikan akses jalan menuju rumah tidak terlalu sempit dan mudah di lalui kendaraan darurat seperti ambulans atau pemadam kebakaran.
=> Hanya Menghitung Cicilan, Lupa Biaya “Siluman”
Banyak orang merasa mampu membeli rumah hanya karena cicilan KPR-nya masuk dalam budget bulanan. Padahal, ada biaya-biaya tambahan yang cukup besar di awal, seperti;
- Biaya Notaris dan Pajak Pembelian (BPHTB)
- Biaya administrasi bank dan asuransi jiwa/kebakaran
- Biaya pindahan dan renovasi kecil
- Iuran lingkungan (keamanan & sampah)
=> Gengsi yang Melebihi Kemampuan Finansial
Terlalu memaksakan diri membeli rumah di lokasi elit yang harganya di atas batas kemampuan hanya demi gengsi hanya bisa menjadi bumerang. Ingat, cicilan rumah biasanya berlangsung 10 sampai 20 tahun. Jika Anda terlalu “pas-pasan” setiap bulannya, kualitas hidup Anda yang lain (seperti kesehatan dan pendidikan anak) akan terganggu.
=> Menunda Membeli Karena Menunggu Harga Turun
Harga properti hampir tidak pernah turun, terutama di lokasi yang sedang berkembang. Jika Anda terus menunda karena berharap harga akan jatuh, yang ada justru harga rumah tersebut sudah semakin tidak terjangkau di tahun depan.
- Saran
Jika dana sudah ada dan lokasinya cocok, segera ambil keputusan. Menunggu terlalu lama di dunia properti biasanya berarti membayar lebih mahal.
=> Tidak Mengecek Legalitas Surat-Surat
Ini yang paling berbahaya. Jangan pernah memberikan uang muka (DP) sebelum Anda memastikan surat-surat rumah (SHM, IMB/PBG) jelas dan tidak dalam sengketa.
- Saran
Jika membeli rumah bekas, ajaklah notaris terpercaya untuk mengecek keaslian sertifikat di kantor pertahanan (BPN). Jika membeli dari developer, pastikan mereka memiliki rekam jejak yang baik dan izinnya lengkap.
Mencari rumah memang melelahkan, tapi jangan sampai rasa lelah itu membuat Anda mengambil kesimpulan yang ceroboh. Gunakan logika, lakukan riset lapangan yang jujur, dan selalu sesuaikan dengan kemampuan dompet Anda. Rumah impian bukan hanya yang terlihat indah, tapi yang memberikan rasa aman dan tenang bagi penghuninya tanpa membebani finansial di masa depan.
